Mengapa Khilafah Pilihan Tunggal?

Saat ini tidak ada lagi alasan bagi kaum Muslim untuk tidak kembali menegakkan Khilafah, kerana:

PERTAMA,
Khilafah adalah tuntutan akidah dan syariat Islam. Kaum Muslim wajib menerapkan semua aturan Allah Swt. sebagai konsekuensi keislaman mereka. Persoalannya, bagaimana mungkin kita boleh menerapkan hukum-hukum Allah secara total kalau kita tidak mempunyai negara yang menerapkannya, yakni Khilafah Islamiyah?

KEDUA,
Khilafah akan mensejahterakan rakyat. Sistem kapitalistik yang menaungi masyarakat saat ini hanya mensejahterakan sebahagian kecil individu, sementara majoriti umat hidup dalam kemiskinan, padahal negeri-negeri Islam rata-rata memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

KETIGA,
Khilafah akan menjamin keamanan rakyat. Penguasa sekular di negeri-negeri Islam lebih menghambakan diri pada kepentingan penjajah, membiarkan rakyatnya dibunuh.

KEEMPAT,
Khalifah akan menjaga pertahanan serta keutuhan dan persatuan negeri-negeri Islam. Ketiadaan Khilafah membuat kaum Muslim bagaikan kehilangan penjaga rumah mereka. Akibatnya, orang-orang jahat dengan mudahnya masuk dan membuat kerosakan di negeri-negeri Islam. Ironisnya, orang-orang jahat ini diundang oleh para penguasa Muslim sendiri atas nama demokrasi, rekontruksi, pembangunan, investasi, dan lain-lain. Padahal penjajah tersebut mempunyai satu tujuan: mengeksploitasi negeri-negeri Islam. Negeri-negeri Islam yang tadinya satu di bawah naungan Khilafah pun dipecah-pecah atas nama kemerdekaan dan penyelesaian konflik. Khalifahlah yang akan kembali menyatukan umat Islam ini kelak.

KELIMA,
Khilafah akan memuliakan dan menjaga kehormatan wanita. Kapitalisme telah merendahkan wanita dengan serendah-rendahnya. Mereka menganggap wanita tidak lebih dari komoditi ekonomi yang boleh diperjual belikan. Para kapitalis yang rakus juga memperkerjakan wanita di kilang kilang dengan upah yang sangat murah. Sangat berbeza dengan Islam, yang memuliakan wanita. Islam menjaga kehormatan wanita dengan kewajiban menutup aurat dan mengatur pergaulan wanita. Wanita diposisikan oleh Islam pada tempat yang sangat mulia di keluarga sebagai ummu wa rabbatul bait (pengatur rumahtangga).

KEENAM,
Khalifah akan melindungi orang-orang yang lemah dan warga non-Muslim. Kapitalisme telah mendiskriminasi manusia berdasarkan kekuatan modalnya. Berbeza dengan Islam, yang akan menjamin orang-orang lemah dan miskin; termasuk juga melindungi warga non-Muslim ahlul dzimmah.

KETUJUH,
Khalifah akan menyebarluaskan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Penyebaran nilai-nilai Kapitalisme seperti sekularisme, demokrasi, HAM, pluralisme telah menjadi bencana besar bagi umat manusia. Siapa yang boleh menyelamatkan ini semua? Tidak lain kecuali Islam. Nilai-nilai Islam yang bersumber dari Allah Swt. akan memberikan rahmat bagi seluruh dunia saat syariat Islam ditegakkan. Inilah yang pernah terjadi sepanjang sejarah Kekhilafahan Islam.

JANJI ALLAH PASTI DATANG !!!

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar. (QS.Faathir.5)

Bagi Seorang MUSLIM :
:: Tidak Ada Masalah Jika Darahnya Harus Tertumpah.
:: Tidak Ada Masalah Berapa Banyak Harta yg keluar Untuk Berjuang.
:: Tidak Ada Masalah Berapa Lama Waktu yg diperlukan dalam Perjuangan.
:: Tapi,Seberapa Besar mereka percaya pada KEYAKINANYA Atas BISYARAH NABI SAW.
:: Kerana Bagi Kaum Muslimin Bisyarah adalah Sebuah KEPASTIAN.

Bagi Kaum Muslimin :
:: Bagi Kaum Muslimin, Kembali Tegaknya Khilafah adalah “Kepastian”
:: Tidak ada yang tidak terjadi, Jika “Bisyarah” Sudah Keluar Dari Lisan Nabi SAW.
:: Cukup Dengan “….Tsumma takuunu khilafatan ala minhajin nubuwwah (HR. Ahmad) Maka Kami Yakin.
:: Tidak Perduli, Berjuta Orang Berkata “Khilafah itu Fatamorgana, Khilafah itu Utopis semata) Bagi Kami “Cukup” Janji Allah dan Nabi-Nya.

Lalu, bagaimana caranya menegakkan negara khilafah? Caranya adalah mengikuti metode Rasulullah saw.
Mengapa harus Rasulullah saw? Sebab, Allah swt. bersabda,
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)

“…Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al Hasyr: 7)

Juga sabda Rasulullah saw.,
“Barang siapa melakukan suatu perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya, maka perbuatan itu pun tertolak.” (HR. Muslim)

“Ya Allah, limpahkanlah pertolongan dan kemenangan kepada kami sehingga kami dapat segera membaiat seorang khalifah, mengibarkan bendera Lâ ilâha illâ Allâh di seluruh penjuru dunia, dan menerapkan syariat-Mu secara total dalam kehidupan kami. Aamiin.”

Artikel asal oleh: Syarif Naba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *