Benarkah Imam Mahdi Yang Akan Mendirikan Khilafah?

Soalan:

Keyakinan kaum Muslim akan kembalinya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah semakin meningkat. Namun, ada sebagian yang percaya, bahwa Khilafah akan berdiri sendiri, karena sudah merupakan janji Allah. Caranya, dengan menurunkan Imam Mahdi. Pertanyaannya, benarkah Imam Mahdi yang akan mendirikan Khilafah? Ataukah kaum Muslim yang mendirikannya, kemudian lahirlah Imam Mahdi?

Jawapan:

Pertama: Kalaupun ada hadis yang menunjukkan Imam Mahdi akan mendirikan Khilafah, maka hadis tersebut tetap tidak boleh dijadikan alasan untuk menunggu berdirinya Khilafah. Sebab, berjuang untuk menegakkan Khilafah hukumnya tetap wajib bagi kaum Muslim, sebagaimana hadis Nabi saw.:

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةِ اللهِ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَحُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat tanpa mempunyai hujah. Siapa saja yang mati, sedangkan di atas pundaknya tidak terdapat baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliah. (HR Muslim).1

Manthûq hadis di atas menyatakan, “Siapa saja yang mati, ketika Khilafah sudah ada, dan di atas pundaknya tidak ada baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliah.” Atau “Siapa yang mati, ketika Khilafah belum ada, dan dia tidak berjuang untuk mewujudkannya, sehingga di atas pundaknya ada baiat, maka dia pun mati dalam keadaan mati jahiliah.”

Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi.

Kedua: Memang banyak hadis yang menuturkan akan lahirnya Imam Mahdi, namun tidak satu pun dari hadis-hadis tersebut menyatakan bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah. Hadis-hadis tersebut hanya menyatakan bahwa Imam Mahdi adalah seorang khalifah yang salih, yang akan memerintah dengan adil, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan. Abi Said al-Hudhri ra. berkata, bahwa Nabi saw. pernah bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَمْتَلِيءَ الأَرْضُ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ أَوْ عِتْرَتِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا

Hari Kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlul Bait), atau keturunanku, sehingga dia memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (HR Ibn Hibban).2

Dalam riwayat lain, Abdullah menuturkan bahwa Nabi Rasulullah saw. bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِىءُ اسْمَهُ اسْمِي وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً

Hari Kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlul Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (HR Ibn Hibban).3

Ketiga: Hanya saja, terdapat riwayat yang menyatakan, bahwa Imam Mahdi tersebut lahir setelah berdirinya Khilafah, bukan sebelumnya. Ummu Salamah menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ المَدِيْنَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيَخْرُجُوْنَهُ وَهُوَ كاَرِهٌ فَيُبَايِعُوْنَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسِفَ بِهِمْ بِالبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِيْنَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أهْلِ العِرَاقِ فَيُبَايِعُوْنَهُ، ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ الشَّامِ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيُظْهِرُوْنَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةِ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيْمَةَ كَلْبٍ فَيُقَسِّمُ المَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ.. وَيُلْقِيَ الإِسْلاَمَ بِجِرَانِهِ فِي الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِيْنَ ثُمَّ يَتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الُمسْلِمُوْنَ وَفِي رِوَايَةٍ فَيَلْبَثُ تِسْعَ سِنِيْنَ

Akan muncul pertikaian saat kematian seorang khalifah. Kemudian seorang lelaki penduduk Madinah lari diri ke Kota Makkah. Penduduk Makkah pun mendatanginya, seraya memintanya dengan paksa untuk keluar dari rumahnya, sementara dia tidak mau. Lalu mereka membaiatnya di antara Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Ibrahim). Disiapkanlah pasukan dari Syam untuknya hingga pasukan tersebut meraih kemenangan di Baida’, tempat antara Makkah dan Madinah. Tatkala orang-orang melihatnya, dia pun didatangi oleh para tokoh Syam dan kepala suku dari Irak, dan mereka pun membaiatnya. Kemudian muncul seorang (musuh) dari Syam, yang paman-pamannya dari suku Kalb. Dia pun mengirimkan pasukan untuk menghadapi mereka, lalu Allah memenangkannya atas pasukan dari Syam tersebut, Pasukan itu adalah pasukan (yang didorong oleh ambisi) suku Kalb dan itulah kekalahan bagi orang yang tidak mendapatkan ghanîmah Kalb. Al-Mahdi lalu membagi-bagikan harta-harta tersebut dan bekerja di tengah-tengah masyarakat… menyampaikan Islam ke wilayah di sekitarnya. Tidak lama kemudian, selama tujuh tahun, dia pun meninggal dunia, dan dishalatkan oleh kaum Muslim (Dalam riwayat lain dinyatakan, tidak lama kemudian, selama sembilan tahun). (HR ath-Thabrani)

Hadis di atas dengan jelas menyatakan, bahwa akan lahir khalifah baru setelah meninggalnya khalifah sebelumnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam ungkapan:

يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ

Akan muncul pertikaian saat kematian seorang khalifah. Kemudian keluarlah seorang lelaki..” (HR ath-Thabrani).

Dengan demikian, pandangan yang menyatakan bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua jelas merupakan pandangan yang lemah. Demikian juga pandangan yang menyatakan bahwa tidak perlu berjuang untuk menegakkan Khilafah, karena tugas itu sudah diemban oleh Imam Mahdi, sehingga kaum Muslim sekarang tinggal menunggu kedatangannya, adalah juga pandangan yang tidak berdasar.

Jadi, jelas sekali bahwa Imam Mahdi bukanlah orang yang mendirikan Khilafah, dan dia bukanlah khalifah yang pertama dalam Khilafah Rasyidah Kedua yang insya Allah akan segera berdiri tidak lama lagi.

Karena itulah, tidak ada pilihan lain bagi setiap Muslim yang khawatir akan mati dalam keadaan jahiliah, selain bangkit dan berjuang bersama-sama para pejuang syariah dan Khilafah hingga syariah dan Khilafah tersebut benar-benar tegak di muka bumi ini. Allâhu akbar! [Ust Hafidz Abdurrahman]

11 thoughts on “Benarkah Imam Mahdi Yang Akan Mendirikan Khilafah?

  • 11/10/2015 at 3:00 AM
    Permalink

    Keadaan Bumi Sebelum 3 Tahun Kemunculan Satria Piningit
    “Sesungguhnya tiga tahun sebelum muncul Satria Piningit adalah waktu yang sangat sulit, di mana manusia ditimpa oleh kelaparan yang sangat, Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama untuk menahan sepertiga dari hujan, dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan sepertiga dari tanaman. Dan pada tahun kedua Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan dua pertiga dari hujan dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan duapertiga dari tumbuhan. Kemudian di tahun yang ketiga, Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujan, maka langit tidak meneteskan setetes air pun dan Allah memerintahkan kepada bumi untuk menahan semua tanaman, maka setelah itu tidak dijumpai satu tanaman hijau yang tumbuh dan semua binatang yang berkuku akan mati, kecuali yang tidak dikehendaki oleh Allah." Kemudian para sahabat bertanya, "Dengan apakah manusia hidup pada saat itu?" Beliau menjawab, "Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan."
    “Sungguh, aku telah menceritakan perihal Satria Piningit kepada kalian, hingga aku kawatir kalian tidak lagi mampu memahami Satria Piningit. Sesungguhnya Al Masih Satria Piningit adalah seorang laki-laki yang pendek, berkaki lurus, berambut ikal, tidak buta sebelah dan mata tidak terlalu menonjol dan tidak pula terlalu tenggelam. Jika kalian merasa bingung, maka ketahuilah bahwa Robi Satria Piningit kalian tidak bermata juling.”
    " Satria Piningit tidak buta sebelah, putih dan berkilau, seolah kepala adalah ular, dan adalah orang yang paling mirip dengan Abdul 'Uzza bin Qathan. Jika ada orang celaka dan sesat itu, maka ketahuilah bahwa Satria Piningit kalian tidaklah buta sebelah."
    "Sesungguhnya aku adalah penutup dari seribu Nabi yang telah diutus, dan tidaklah ada seorang Nabi yang diutus kecuali telah memperingatkan kepada umatnya tentang Satria Piningit dan sungguh aku telah diberi penjelasan berkenaan dengan Satria Piningit yang tidak diberikan kepada seorang pun. Sesungguhnya Satria Piningit adalah seorang yang tidak bermata juling, dan dinyatakan Robi Satria Piningit kalian tidaklah bermata juling. Mata kanan dan mata kiri seperti bintang terang.tidak melotot -tidak bisa dipungkiri- seakan-akan cat yang menempel pada tembok, Dan aku juga diberi penjelasan tentang semua ucapan, dan gambaran surga yang berwarna hijau yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Serta gambaran neraka yang berwarna hitam berasap.”
    “Di antara kedua mata Satria Piningit tertulis KAISAR yang bisa dibaca oleh orang yang mencinta perbuatan Satria Piningit atau bisa dibaca oleh setiap orang mu`min.”

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:00 AM
    Permalink

    Nabi Bersabda
    Nabi bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada makhluk di muka bumi ini sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat yang berdakwah lebih besar daripada Satria Piningit.” (HR. Muslim no.2946)
    Anas bin Malik berkata, Rasulullah bersabda, “Tiadalah Allah mengutus seorang nabi pun kecuali pasti para nabi itu telah mengingatkan umatnya akan seorang Satria Piningit yang tidak buta sebelah lagi pendakwah, ingatlah sesungguhnya Satria Piningit itu tidak buta sebelah dan sesungguhnya Robi Satria Piningit kalian tidaklah buta sebelah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata: ‘Aku bersaksi engkau adalah Satria Piningit yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Satria Piningit berkata (kepada pengikutnya): ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Maka Satria Piningit membunuhnya dan menghidupkannya kembali” (HR.Muslim no.2938)
    Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Satria Piningit datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepada Satria Piningit, menerima dakwah Satria Piningit. Maka Satria Piningit memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman“ (HR. Muslim no. 2937)
    "Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Di antara dakwah Satria Piningit adalah, Satria Piningit berkata pada orang Arab, “Bagaimana menurutmu jika aku membangkitkan ayah dan ibumu, lalu engkau bersaksi bahwa aku adalah Rabimu, apakah engkau mau?” “Iya, mau”, jawab orang Arab tersebut. Lalu dua setan serupai bentuk ayah dan ibunya lantas keduanya berkata, “Wahai anakku, ikutilah Satria Piningit, karena Satria Piningit adalah Robimu”. (HR. Ibnu Majah no.4077. Hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani sebagaimana dalam Shahih AlJami’ no.7875)
    "Dan di antara dakwah Satria Piningit ialah, apabila Satria Piningit datang pada suatu kaum yang tak mau beriman kepada Satria Piningit, maka tiada lagi ternak mereka yang tertinggal, melainkan binasalah semuanya; dan apabila Satria Piningit datang pada kaum lain yang beriman kepada Satria Piningit, maka Satria Piningit memberi perintah kepada langit, lalu turunlah hujan, dan Satria Piningit memberi perintah kepada bumi, lalu keluarlah tumbuh-tumbuhan".
    "Sungai-sungai dunia dan buah-buahan tunduk kepada Satria Piningit; maka barangsiapa mau mengikuti Satria Piningit, Satria Piningit memberi makan kepadanya dan menjadikan dia seorang beiman dan barang siapa menentang Satria Piningit, maka persediaan makanannya dirampas dan dihentikan mata pencahariannya".
    "Ada beberapa kaum yang bersahabat dengan Satria Piningit berkata : "Sesungguhnya kami tahu bahwa Satria Piningit adalah Kaisar, dan kami bersahabat dengan Kaisar Satria Piningit, agar kami dapat makan dari makanannya, dan agar kami dapat memberi makan ternak kami dari pohon-pohonnya"
    "Dan Satria Piningit membawa gunung roti, dan sekalian manusia mengalami kesukaran, terkecuali orang yang mengikuti Satria Piningit" –

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:01 AM
    Permalink

    Misteri Kedatangan Nabi Isa Sebagai Satria Piningit AlMahdi
    Syahida.com –Satria Piningit muncul sebagai kedatangan Imam Mahdi. Dalam berbagai hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menceritakan sosok Satria Piningit AlMahdi yang berasal dari keturunannya.
    “Bila tidak tersisa dari dunia kecuali satu hari –Za’idah (salah seorang rawi) mengatakan dalam haditsnya- tentu Allah panjangkan hari tersebut, sehingga Allah utus pada dunia seorang Satria Piningit dariku –atau dari keluargaku-. Nama Imam Mahdi sesuai dengan namaku dan nama ayahnya sesuai nama ayahku. Satria Piningit memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelum itu telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keculasan.” (Hasan Shahih, HR. Abu Dawud)
    Sesuai dengan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam maka Imam Mahdi bersesuai nama sesuai Muhammad atau Ahmad dengan ayah bersesuai nama sesuai Abdullah. Sifat fisik Imam Mahdi seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Tersingkap rambutnya dari arah kepala bagian depan atau berdahi lebar, berhidung mancung ujungnya tajam bagian tengahnya agak naik, secara sederhana bisa disimpulkan bahwa hidung Imam Mahdi tidak pesek.
    Imam Mahdi hidup dan memimpin dunia bila bermasa pendek selama 7 atau 9 tahun bila bermasa panjang seumur langit, hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah,
    “Akan datang pada umatku Satria Piningit AlMahdi, bila bermasa pendek maka 7 tahun kalau tidak maka 9 tahun bila bermasa panjang seumur langit.” (HR. Ibnu Majjah)
    Selama masa kepemimpinan Satria Piningit AlMahdi maka kaum muslimin hidup bertabur nikmat dan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedatangan Satria Piningit AlMahdi pada dasarnya mempersatukan kaum muslimin yang terpecah dan berkelompok. Dan setelah mampu mempersatukan kaum muslimin maka Satria Piningit AlMahdi menegakkan negara Islam dalam satu bendera. Satria Piningit AlMahdi didalam kalangan penganut Syiah di yakini sebagai Imam yang kedua belas. Satria Piningit AlMahdi sejatinya telah turun namun kaum syiah percaya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sembunyikan Satria Piningit AlMahdi secara ghaib dan memunculkan Satria Piningit AlMahdi pada saat nanti.
    Bangsa Persia kini tersebar selain di Iran, juga di Iraq, Afghanistan, dan Pakistan. Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sebut sebagai bani Ishaq atau keturunan Ish atau putra Nabi Ishaq dan keturunan dari Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam. Merekalah yang akan menggantikan penduduk asli Madinah yang menjadi pendukung Al-Mahdi. Merekalah yang disebut oleh nabi yang bertempur dengan bangsa Rum dalam peperangan yang dahsyat, dan memenangkannya.
    Sebagian dari ulama menilai kelompok Taliban di Afghanistan yang saat ini ditakuti oleh pasukan Amerika Serikat menjadi cikal bakal kelompok Satria Piningit AlMahdi. Meskipun kaum muslim fundamentalis ini sering dirusak citranya oleh media barat. Namun karakter dan kehidupan mereka dianggap lebih cocok sebagai kaum militan yang teguh, menegakkan ajaran Islam secara utuh. Mereka juga memiliki keahlian tempur yang hebat. Sebagai bekal menjadi pasukan Satria Piningit AlMahdi. Pandangan ini belum tentu benar, tapi belum tentu salah juga. Hanya Allah yang maha Tahu. Siapakah kaum yang paling berhak menjadi pembela Satria Piningit AlMahdi? Wallahu a’lam

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:02 AM
    Permalink

    Dunia Islam – Fenomena Kemunculan Satria Piningit
    "Satria Piningit tidak lain hanyalah seorang hamba yang Allah berikan kepada Satria Piningit nikmat. Dan Kami jadikan Satria Piningit sebagai tanda bukti kekuasaan Allah untuk Bani Adam. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan Satria Piningit sebagai Khalifah di bumi manusia yang turun temurun. Dan sesungguhnya Satria Piningit itu benar-benar adalah tanda hari kiamat karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Satria Piningit. Inilah jalan yang lurus." Qs. Azzukhruf :59-61
    "Dan pada hari itu Kami biarkan mereka berbaur antara satu dengan yang lain, dan apabila sangkakala ditiup lagi, Satria Piningit kumpulkan semua manusia."
    "Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." Qs.An-Naml:82
    Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Kiamat tidak datang sehingga matahari terbit dari barat. Jika manusia melihat hal itu maka mereka semua beriman." HR Bukhari dan Muslim
    "Pada hari datang sebagian tanda-tanda Robi Satria Piningit, tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu." (Qs. Al-An'am: 158)

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:05 AM
    Permalink

    Damai di Bumi Bersama Satria Piningit
    "Sesungguhnya semisal (penciptaan) Satria Piningit di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Satria Piningit dari manusia, kemudian Allah berfirman kepada manusia: "Jadilah" maka jadilah dia Satria Piningit." (QS Ali-Imran 3:59)
    "maka Kami mengadakan tabir cermin bagi mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka Satria Piningit menjelma manusia yang sempurna di hadapan mereka." (QS Maryam 19:17)
    "Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya Satria Piningit ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, yaitu untuk memberimu seorang Satria Piningit yang suci." (QS Maryam 19:19)
    "Dan Satria Piningit membenarkan Kitab Suci yang datang lebih dahulu, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan Satria Piningit datang kepadamu dengan membawa suatu tanda daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada Satria Piningit. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Allah. Inilah jalan yang lurus." (QS Ali-Imran 3:50-51)
    "Hai Satria Piningit, ambillah Kitab Suci itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepada Satria Piningit hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasih yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian. Dan Satria Piningit adalah seorang yang bertakwa, dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tua, dan bukanlah Satria Piningit orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas diri Satria Piningit pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia hidup dan pada hari ia bangkit hidup kembali." (QS Maryam 13:12-15)
    "Dan ketika Muhammad berkata: "Hai Bani Adam, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Kitab Suci, dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang datang sesudahku, yang bernama Satria Piningit." (QS Ash-Shaff' 61:6)
    "Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masa Satria Piningit turun di tengah-tengah kamu. Satria Piningit menjadi hakim yang adil." (Hadits Muslim No. 127)
    "Bukankah Satria Piningit Hakim yang seadil-adilnya?" (QS At-Tiin 95:8)
    "Para Nabi adalah seperti saudara sebapak, ibu mereka berbeda tapi agama mereka satu. Sesungguhnya akulah yang paling berhak dengan Satria Piningit karena tidak ada antaraku dan Satria Piningit seorang nabi pun. Sungguh Satria Piningit akan turun, maka jika kalian melihat Satria Piningit kenalilah Satria Piningit! Satria Piningit adalah seorang yang berbendera merah dan putih, kulit dalam keadaan berpakaian dua kain yang bercelup ja’faran, rambut-nya seperti meneteskan air padahal tidak basah. Satria Piningit akan memecahkan salib-salib, menggugurkan jizyah, dan mengajak manusia kepada agama Islam. Satria Piningit binasakan pada zaman-nya seluruh agama-agama selain Islam. Satria Piningit binasakan juga Dajjal. Maka terjadilah keamanan di muka bumi hingga singa bersama dengan unta, macan dengan sapi, dan serigala dengan domba, serta anak-anak kecil bermain dengan ular dengan tidak memberikan bahaya sedikit pun kepada mereka. Demikianlah berlangsung selamanya." (HR. Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
    Maka tatkala rasul Satria Piningit itu datang kepada mereka dengan membawa bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS Ash-Shaff 61:6)
    " Demikian itu angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaran Satria Piningit jika Satria Piningit adalah orang yang benar." (QS Al-Baqarah' 2:111)
    " Satria Piningit berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, sembahlah olehmu Allah, bertakwalah dan taatlah kepadaku," (QS Nuh 71:2)
    "ketika saudara mereka berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya Satria Piningit adalah seorang rasul kepercayaan kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada Satria Piningit." (QS Asy-Syu'araa 26:161-163)

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:06 AM
    Permalink

    Ingatlah ketika Tuhan berfirman kepada para manusia, "Sesungguhnya Aku menjadikan Satria Piningit seorang khalifah di muka bumi.'" Manusia bertanya, "Mengapa Tuhan menjadikan Satria Piningit khalifah di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan pada bumi dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Tuhan dan sucikan nama Tuhan!" (Al-Baqarah: 30)
    " Wahai ahlul-kitab suci! Marilah kemari! Kepada kalimah yang sama di antara kami dan di antara kamu.” (pangkal ayat 64).
    (65) Wahai ahlul-kitab suci! Mengapa kamu bersilang-sengketa tentang Satria Piningit? Padahal tidaklah diturunkan Taurat, Injil dan AlQuran, melainkau tentang Satria Piningit? Apakah kamu tidak berfikir?
    (66) Ingatlah! Kamu ini adalah orang-orang yang pernah berbantahan dari hal kitab suci! yang ada pengetahuan pada kamu, tetapi sekarang mengapa kamu berbantah¬an dalam hal Satria Piningit yang tidak ada pengetahuan pada kamu? Dan Satria Piningit itu mengetahui kitab suci, sedangkan kamu tidaklah mengetahui
    (67) Bukanlah Satria Piningit itu seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi Satria Piningit adalah seorang yang bersih dari kesesatan lagi Muslim, dan tidaklah Satria Piningit dari seorang yang mempersekutukan diri.
    (68) Sesungguhnya manusia yang paling dekat kepada Satria Piningit ialah orang-orang yang menurut pada Satria Piningit dan Satria Piningit ini ada bersama orang-orang yang beriman. Dan Satria Piningit adalah pembela dari orang-orang yang beriman
    "(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepada manusia: "Sesungguhnya Aku menciptakan Satria Piningit dari manusia. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadian Satria Piningit dan Kutiupkan kepada Satria Piningit Roh-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepada Satria Piningit." (T-QS. Shaad' 38:71-72)

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:07 AM
    Permalink

    Nabi Muhammad bersabda: “Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik di antara yang terbaik. Dia berkata “Aku bersaksi kamu adalah Satria Piningit yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.”
    Satria Piningit berkata ” Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali, apakah kalian masih ragu kepadaku?” Mereka berkata “Tidak” maka Satria Piningit membunuhnya dan menghidupkannya kembali ”(Hadits Riwayat Muslim).
    Nabi Muhammad bersabda: “Satria Piningit menggeregaji seseorang kemudian akan membangkitkannya kembali.” (HR. Muslim).
    Nabi Muhammad bersabda: “Satria Piningit datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Mereka pun beriman kepada Satria Piningit, menerima Satria Piningit . Maka Satria Piningit memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman…” (HR. Muslim).
    Nabi Muhammad bersabda: “Satria Piningit memilliki keledai yang ditungganginya, lebar antara dua telinganya 40 hasta.” (HR. Ahmad).
    Nabi Muhammad bersabda: “Sungguh Satria Piningit keluar dan Satria Piningit ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barang siapa di antara kalian yangt mendapati Satria Piningit, hendaklah memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik. (HR. Muslim)
    Nabi Muhammad bersabda: “Di antara dakwah Satria Piningit adalah bahwa bersama Satria Piningit ada surga dan neraka. Padahal sesungguhnya neraka Satria Piningit adalah surga dan surga Satria Piningit adalah neraka. Barang siapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat-ayat di awal surah Al-Kahfi (HR. Majah).
    Nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya bersama Satria Piningit ada surga dan neraka, sungai dan air, serta gunung roti. Sesungguhnya Satria Piningit adalah neraka dan Satria Piningit adalah surga.” (HR. Ahmad).
    Nabi Muhammad bersabda: “ Satria Piningit mendatangi reruntuhan dan berkata: “Keluarkanlah perbendaharaanmu.” Maka keluarlah perbendaharaannya mengikuti Satria Piningit seperti sekelompok lebah.” (HR. Muslim).
    Nabi Muhammad bersabda: “Barang siapa yang mendengar tentang Satria Piningit hendaklah ia menjauh darinya. Demi Allah! Sesungguhnya ada seorang laki-laki akan mendatanginya dan ia sangka dirinya beriman, lalu ia justru mengikutinya karena pengaruh syubhat (kerancuan yang membingungkan yang ditimbulkan Satria Piningit (HR. Abu Dawud).
    Nabi Muhammad bersabda: antara dakwah Satria Piningit adalah Satria Piningit berkata pada orang Arab “Bagaimana menurutmu jika aku membangkitkan ayah dan ibumu lalu kamu bersaksi aku adalah Tuhanmu, apakah kamu mau?” “Iya mau,” jawab orang tersebut. Lalu dua setan serupai bentuk ayah dan ibunya lantas keduanya berkata “wahai anakku, ikutlah Satria Piningit karena Satria Piningit adalah Robimu.” (HR. Ibnu Majah).

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:08 AM
    Permalink

    13:52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu sebagai seorang Ahli Kitab Suci yang menerima pelajaran dari Allah, Satria Piningit itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan pemahaman firman yang baru dari yang lama dari perbendaharaan."(ALKITAB MATIUS)
    "Dan Tuhan tidak mengutus Satria Piningit, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira, dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." – (QS.34:28)
    “Satria Piningit,sampaikan amanat Tuhan kepadamu dan Satria Piningit,hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu".(QS : Al-A'raf: 68)
    "Dan tiadalah Tuhan mengutus Satria Piningit, melainkan untuk rahmat bagi semesta alam." (QS: Al-Anbiyaa: 107).
    "Dan tidaklah Tuhan (ALLAH) menghancurkan kota-kota, sebelum dikirim di ibukota seorang utusan (Satria Piningit) untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, dan tidak pernah (pula) Tuhan (ALLAH) menghancurkan kota-kota, kecuali mereka dalam keadaan melakukan kejahatan "( QS : Al Qhashash, 28:59).
    “Tak ada suatu negeripun melainkan Tuhan membinasakan mereka sebelum hari kiamat atau Tuhan siksa dengan siksa yang sangat keras. yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab.” (QS Al-Israa' 17 : 58)
    “Dan kewajiban Satria Piningit tidak lain hanyalah sampaikan (perintah Allah) dengan jelas". (QS: Yaa Siin: 17)
    "Kebenaran itu adalah dari Robi Satria Piningit, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu." (QS: Al-Baqarah 2 )
    "Satria Piningit sampaikan kepadamu amanat Tuhan dan Satria Piningit memberi nasehat kepadamu. dan Satria Piningit mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui". (QS: Al-A'raf: 62)
    "Dan Satria Piningit hendak singkapkan, apa yang selama ini Allah sembunyikan." (QS: Al-Baqarah:72)
    "Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Satria Piningit mengetahui rahasia langit & bumi & mengetahui apa yg Aku lahirkan & apa yang Aku sembunyikan?"( QS: Al-Baqarah: 33)
    "Lalu mereka bertemu dengan Satria Piningit seorang hamba di antara hamba-hamba-Ku, yang telah Aku berikan kepada Satria Piningit rahmat dari sisi-Ku, dan yang telah Aku ajarkan kepada Satria Piningit ilmu dari sisi-Ku.(QS: Al-Kahfi Ayat: 65)
    Orang berkata kepada Satria Piningit: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?
    "……… sebagai rachmat dari Tuhanmu dan bukanlah Satria Piningit melakukan menurut kemauan sendiri " (QS: Al-Kahfi: 82)
    Dan Tuhanlah yang menjadikan Satria Piningit penguasa di bumi. (Al-An'am: 165)
    "Sesungguhnya Satria Piningit mengetahui apa yang tidak kalian ketahui. (Al-Baqarah: 30)
    "Kewajiban Rasul Satria Piningit tidak lain hanyalah sampaikan", (QS: Al-Maidah: 99)

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:10 AM
    Permalink

    ALKITAB MATIUS: Satria Piningit Tampil
    17:11 "Memang Satria Piningit harus datang dan memulihkan segala sesuatu
    24:30 Pada waktu itu semua bangsa di bumi sedang meratap dan tampak tanda Satria Piningit di langit dan mereka melihat Satria Piningit itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanTuhan"
    21:23 Lalu imam-imam kepala serta tua-tua bertanya kepada Yesus: "Dengan kuasa manakah Satria Piningit melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada Satria Piningit?"
    28:18 Jawab Yesus: "Kepada Satria Piningit telah diberikan segala kuasa di bumi.
    11:27 Semua telah diserahkan kepada Satria Piningit oleh Tuhan-Ku dan tidak seorangpun mengenal Satria Piningit selain Tuhan, dan tidak seorangpun mengenal Tuhan selain Satria Piningit dan kepada semua bangsa Satria Piningit itu berkenan menyatakan diri."
    11:13 Yesus berkata: "Sebab semua nabi dan Kitab Suci bernubuat hingga tampillah Satria Piningit.
    24:14 Dan Injil Satria Piningit ini diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba tampillah Satria Piningit
    28:20dan ajarlah semua bangsa melakukan segala sesuatu yang telah Satria Piningit perintahkan.Dan ketahuilah,Satria Piningit sertai semua bangsa senantiasa sampai kepada akhir zaman.
    28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid Satria Piningit dan bangkitkanlah mereka dalam nama Allah dan Satria Piningit dan Kitab Suci,
    10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Satria Piningit sudah dekat.
    17:12 dan Aku berkata kepadamu: Satria Piningit sudah datang, tetapi orang tidak mengenal Satria Piningit, dan Satria Piningit memperlakukan mereka menurut Kitab Suci. Demikianlah mereka menurut Kitab Suci oleh Satria Piningit."
    10:18 "Dan karena Aku, penguasa-penguasa dan raja-raja digiring ke hadapan Satria Piningit sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Satria Piningit.
    25:34 Dan penguasa-penguasa dan raja-raja dari semua bangsa itu berkata kepada Satria Piningit yang di sebelah kanan: "Mari, hai kamu Satria Piningit yang diberkati oleh Tuhanku, terimalah Kerajaan ini yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."
    25:31 "Apabila Satria Piningit datang dalam kemuliaanTuhan dan semua manusia kudus bersama-sama dengan Satria Piningit, maka Satria Piningit lah bersemayam di atas takhta kemuliaanTuhan.
    16:27 Sebab Satria Piningit datang dalam kemuliaanTuhan diiringi manusia kudus; pada waktu itu Satria Piningit membalas setiap orang menurut perbuatannya.
    24:31 Dan Satria Piningit suruh keluar manusia semua bangsa dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan Satria Piningit kumpulkan orang-orang pilihan dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
    25:32 Dan semua bangsa dikumpulkan di hadapan Satria Piningit dan Satria Piningit memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
    25:33 dan seperti gembala menempatkan domba-domba di sebelah kanan dan kambing-kambing di sebelah kiri.
    26:54 Jika begitu,bagaimanakah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?
    24:44 Sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia,karena Satria Piningit datang pada saat yang tidak kamu duga.
    4:42 Karena itu berjaga-jagalah,sebab kamu tidak tahu pada hari mana Satria Piningit datang."
    11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semua itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil
    11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu."
    12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
    12:18 "Lihatlah, ini Hamba-Ku yang Kupilih, Satria Piningit yang Kukasihi, yang kepada jiwa-Nya – Aku berkenan; Aku menaruh roh-Ku ke atas Satria Piningit, dan Satria Piningit memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
    12:20 sampai Satria Piningit menjadikan hukum itu menang.

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:12 AM
    Permalink

    Satria Piningit Dan Kitab Suci
    Telah bersabda Rasulullah s.a.w, “ Satria Piningit Al-Mahdi berasal dari umatku, berkening lebar, berhidung panjang dan mancung. Satria Piningit memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana sebelum itu bumi dipenuhi oleh kezaliman dan ketidakadilan,” (HR. Abu Dawud dan al-Hakim)
    “Hari kiamat tidak tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang Satria Piningit dari kalangan keluargaku (nabi), atau keturunanku, sehingga Satria Piningit memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (Hr. Ibn Hibban)[2]
    Hari kiamat tidak tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang Satria Piningit dari kalangan keluargaku (nabi), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Satria Piningit kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (Hr. Ibn Hibban)[3]
    Ingatlah ketika Tuhan berfirman kepada para manusia, "Sesungguhnya Aku menjadikan Satria Piningit seorang khalifah di muka bumi.'" Manusia bertanya, "Mengapa Tuhan menjadikan Satria Piningit khalifah di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan pada bumi dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Tuhan dan sucikan nama Tuhan!" (Al-Baqarah:30)
    "Hai Satria Piningit,sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena hawa nafsu sesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.
    [QS. Shaad 38:26]
    Dan ketika Satria Piningit diuji Tuhan dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Satria Piningit menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku menjadikan Satria Piningit imam bagi seluruh manusia". Satria Piningit berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". [QS. Al-Baqarah 2 : 124]
    : "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, sesungguhnya Allah telah mengangkat Satria Piningit menjadi rajamu". Mereka menjawab, "bagaimana Satria Piningit memperoleh kerajaan kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan kami daripada Satria Piningit, dan Satria Piningit tidak diberi kekayaan yang banyak". (Nabi) menjawab, "Allah telah memilih Satria Piningit menjadi raja atas kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik". Allah memberikan Kerajaan-Nya kepada Satria Piningit yang Allah kehendaki, dan Allah maha luas, maha mengetahui" (QS: Al Baqarah: 247).
    "Dan Kami memberi Satria Piningit kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu, dan menjadikan Satria Piningit pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)" (QS: Al Qasas: 5).
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Kitab Suci, dan sesungguhnya Kami benar-benar memelihara Kitab Suci.
    Maka apakah mereka tidak memperhatikan Kitab Suci? Kalau sekira Kitab Suci itu bukan dari sisi Allah, tentulah Satria Piningit mendapat pertentangan yang banyak di dalam Kitab Suci.

    Reply
  • 11/10/2015 at 3:13 AM
    Permalink

    Budha Telah Menggambarkan Satria Piningit Datang
    Nama Budha pertama kali dipakai oleh Sidharta Gautama atau sakyamuni sebagai pendiri Budha. Nama Budha pertengahan tidak dipakai oleh Nabi Muhammad . Nama Budha terakhir kali dipakai Satria Piningit Arti Budha Satria Piningit ada banyak sekali antara lain "Yang Telah Sadar, Satria Piningit Sang Penemu Kebenaran(Bujjhita), Satria Piningit yang telah mencapai Penerangan Sempurna, Satria Piningit yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi,
    Tapi siapa pun dia Sang Budha, ada hal yang menarik dimana di dalam beberapa ayat dalam Kitab Budha terdapat beberapa penggambaran dengan sosok Sang Budha. Seperti halnya kaum Muslim ketahui, Tuhan telah memberikan firman-Nya kepada Nabi Muhammad yang pada Kitab Suci yang terdahulu yang sekarang mungkin sudah tercampur dengan tulisan manusia. Hal ini telah diungkap oleh seorang ulama Islam yaitu Dr Zakir. Dalam tulisannya beliau menulis beberapa hal sebagai berikut
    Menurut Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76:
    "Akan muncul di dunia seorang Budha Maitreya (yang baik hati) bernama Satria Piningit, seorang yang suci dan kuat, yang tercerahkan, penuh kebajikan dalam tingkah laku, tepat, dan mengenal alam semesta "
    "Apa yang telah dinyatakan oleh pengetahuan supernatural milik Satria Piningit akan di terbitkan ke seluruh alam semesta. Satria Piningit mengkotbahkan agama, mulia dalam keaslian, mulia pada puncak, mulia pada tujuan, dalam jiwa dan tulisan. Satria Piningit memproklamasikan kehidupan religius, murni dan sempurna sepenuhnya, seperti saat Nabi Muhammad mengkotbahkan agama dan memproklamasikan semacam kehidupan religius. Satria Piningit membuat masyarakat religius berjumlah ribuan, seperti saat Nabi Muhammad membentuk masyarakat yang berjumlah ratusan".
    Hal ini menurut Sacred Books of the East volume 35 pg. 225:
    “Aku bukanlah Budha satu-satunya yang berkuasa dalam memerintah dan mengatur. Setelahku ada Budha Maitreya yang lain, bernama “Satria Piningit” yang penuh kebajikan datang. Aku sekarang hanya memimpin ratusan, sedangkan Satria Piningit memimpin ribuan.“
    Ananda bertanya kepada Yang Terberkati : "siapa yang mengajar kami setelah engkau pergi?".
    Yang Terberkati menjawab:"Aku bukanlah Budha pertama yang datang di atas bumi dan tidak akan menjadi yang terakhir. Pada waktu nanti seorang Budha Satria Piningit muncul di dunia, yang suci, yang sangat tercerahkan,, penuh kebajikan dalam laku, tepat, mengenal alam semesta, seorang pemimpin yang tak tertandingi manusia. Satria Piningit mengungkapkan kepada anda kebenaran abadi yang sama yang saya ajarkan. Satria Piningit mengkotbahkan agama, bersifat mulia, mulia pada puncak dan mulia pada tujuan. Satria Piningit mendeklarasikan suatu kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni seperti sekarang saya nyatakan. Murid-murid Satria Piningit berjumlah ribuan sedangkan muridku hanya ratusan."
    Ananda bertanya:"Bagaimana kita mengenal Satria Piningit?"
    Yang Terberkati menjawab : "Satria Piningit dikenal sebagai Maitreya".
    Kata Sansekerta ‘Maitreya’ atau ekuivalen dalam bahasa Pali “Metteyya” berarti mencintai, penuh kasih, penuh belas kasih dan murah hati. Hal ini juga berarti kebaikan dan keramahan, simpati, dll Satu kata Arab yang setara dengan semua kata-kata ini adalah ‘Rahmat’. Dalam Surah Al-Anbiya:
    "Kami tidak mengutus Satria Piningit, melainkan sebagai rahmat bagi semua makhluk (QS 21:107)
    Menurut Sacred Books of the East, volume 11, pg36 Maha-Parinibbana Sutta chapter 2-32:
    "Satria Piningit memberitakan kebenaran tanpa membuat perbedaan antara doktrin exoteris dan isoteris dalam hal kebenaan, Ananda, Tataghata bukan seperti guru yang memiliki kepalan tertutup yang merahasiakan sesuatu di belakang".
    "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya Satria Piningit hanyalah orang yang memberi peringatan (QS 88:21)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *