Hidup Ini Bukan Semuanya Kita Rancang

Menjelang musim Raya, teringat soalan biasa yang tak best di Hari Raya:
1. Bagi orang bujang: Bila nak kawin?
2. Pasangan muda: Belum ada anak lagi?
3. Pasangan dengan anak kecil dan bersekolah: Berapa result periksa anak ko?
4. Pasangan dengan anak yang meningkat dewasa: Bila nak kahwinkan anak ko?

Berdoa dengan hati yang ikhlas dan penuh pengharapan merupakan anjuran Islam

Kalaulah kehidupan ini diatur semudah lahir, sekolah, kerja, nikah, berzuriat, dan seterusnya dalam aturan yang kita sendiri kawal, tentulah semua orang dapat yang terbaik pada pandangan mereka. Hakikatnya, hidup ini up and down. Tidak mungkin kita dapatkan segala yang kita inginkan dalam hidup.

Padahal, Allah ada perancangan yang kita tidak tahu. Doakan saja untuk Dia memberikan kita yang terbaik dan jangan berlebih-lebihan dalam berdoa:

Dari Abi Na’aamah ia berkata : Bahwasannya Abdullah bin Mughaffal mendengar anaknya berdoa : ‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebuah istana putih yang terletak di sisi kanan surga, jika kelak aku masuk surga’. Maka ia (‘Abdullah bin Mughaffal) berkata : “Wahai anakku, mohonlah kepada Allah surga dan mohonlah kepada-Nya perlindungan dari api neraka. Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Sesungguhnya kelak akan ada satu kaum dari umat ini yang melampaui batas dalam bersuci dan berdoa” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 96, Ibnu Maajah no. 3864, dan yang lainnya; shahih]

Konsep berdoa ini merupakan mata rantai kepada penyerahan diri kepada Allah azzawajalla, bila mana kita meyakini bahawa ada bahagian dalam hidup ini tidak mampu kita kawal. Ia berada dalam lingkungan takdir dan ketentuan Allah. Maka, sebagai makhluk yang lemah, manusia memiliki ghorizah Tadayyun, iaitu naluri mengagungkan kuasa yang melebihi diri sendiri.

Menjawab “persoalan-persoalan takdir” seperti di atas, cukuplah dijawab, “Insyallah…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *