Beramallah Dengan Amalan Ahli Syurga

“Sesungguhnya ada di antara kalian yang beramal dengan amalan ahli Syurga menurut pandangan manusia, padahal sebenarnya ia penduduk Neraka [ HR Muslim]

.

Ada seorang sahabat Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam yang bersama beliau dalam suatu peperangan. Sahabat ini tidak pernah membiarkan kesempatan untuk membunuh lawan di medan perang melainkan dia pasti melakukannya, sehingga orang-orang merasa takjub melihat keberaniannya dan mereka berkata, “Dialah yang beruntung dalam peperangan ini.” Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia termasuk ahli Neraka.”

.

Pernyataan Rasulullah ini memberi kesan besar terhadap para sahabat radhiallahu ‘anhum dan membuat mereka bertanya-tanya kehairanan. Maka seseorang diantara mereka berkata, “Aku akan mengikutinya kemanapun dia pergi.”

.

Kemudian orang yang pemberani ini terkena panah musuh hingga dia berkeluh-kesah menahan kesakitan. Dalam keadaan itu dia mencabut pedangnya, kemudian hujung pedangnya ia letakkan pada dadanya, sedangkan hulu pedangnya ia letakkan di tanah, lalu dia menyungkurkan dirinya (ke arah depan), hingga pedang tersebut menembus punggungnya (melakukan perbuatan bunuh diri). Na’uzu billah.

.

Orang yang mengikutinya tadi datang mengadap Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan apa yang terjadi seraya berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.”

.

“Kenapa engkau katakan itu?” sabda Rasulullah.

.

Ia berkata, “Sesungguhnya orang yang engkau katakan tentangnya dia termasuk ahli neraka, telah melakukan suatu tindakan (bunuh diri).” Maka setelah itu Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

.

“Sesungguhnya orang itu telah beramal dengan amalan ahli surga pada pandangan manusia, padahal sebenarnya ia penduduk neraka.” (HR. Bukhari (no.2898) dan Muslim (no.112))

.

Kisah lain adalah seorang sahabat yang bernama al-Ushairim dari kabilah ‘Abdul Asyhal dari kalangan Ashar. Dahulu ia dikenali sebagai penentang dakwah Islam. Tatkala para sahabat pergi ke perang Uhud, Allah memberikan ilham kepadanya berupa iman, lalu ia ikut berjihad dan berakhir dengan mati syahid. Setelah perang selesai, orang-orang mencari para korban dan mendapatkan Ushairin dalam keadaan tercedera.

 

Para sahabat bertanya, “Wahai Ushairin, apa yang mendorongmu berbuat seperti ini, apakah untuk membela kaummu ataukah kecintaanmu terhadap Islam?”

.

Ia menjawab, “Kerana kecintaanku terhadap Islam.”

.

Sebelum wafatnya, ia meminta untuk disampaikan salamnya kepada Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, meskipun dulunya Ushairin ini buruk dan suka menzalimi kaum muslimin, Allah telah memuliakannya dan menjadikan dia orang yang mati di medan jihad. Kisah yang serupa kita dapati bagi Ikramah Bin Abu Jahal yang juga gugur syahid demi membela Islam sekalipun beliau merupakan penentang yang sangat tegar terhadap dakwah Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam  sebelumnya.

.

Kesimpulannya, berbaik sangkalah dengan Allah yang membuka pintu taubat dan rahmat Nya seluas bumi dan langit buat kita. Sentiasalah kita memuhasabah diri agar hidup kita sentiasa pada jalan Allah dan mati kita juga dalam pengakhiran husnul Khotimah insyallah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *